Nasional

Dukungan Pemerintah Menguat, Kompro 98 Dorong Petani Manfaatkan Masa Keemasan

Candrika Fathya
23181
×

Dukungan Pemerintah Menguat, Kompro 98 Dorong Petani Manfaatkan Masa Keemasan

Share this article

Kondisi tersebut turut terlihat dari pergerakan harga sejumlah komoditas pertanian di wilayah Lampung dan sekitarnya. Pada pertengahan 2026, harga beberapa komoditas utama petani terpantau berada pada level yang relatif menguat.

Untuk singkong atau ubi kayu, harga di tingkat petani di Lampung Tengah dan sejumlah wilayah sekitarnya berada di kisaran Rp2.000 hingga Rp2.400 per kilogram. Angka tersebut berada di atas patokan harga awal pemerintah yang sebelumnya berada di kisaran Rp1.350 per kilogram.

Sementara itu, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra plasma di Lampung juga mengalami kenaikan secara periodik. Harga umum TBS di wilayah Sumatera dan Lampung pada Agustus 2026 berada di kisaran Rp2.400 hingga Rp2.600 per kilogram, tergantung kualitas dan ketentuan masing-masing wilayah.

Sedangkan untuk komoditas karet, harga getah karet atau bahan olah karet (Bokar) di tingkat petani bergerak pada kisaran Rp10.000 hingga Rp16.000 per kilogram, bergantung pada kadar karet kering serta kondisi pasar dan wilayah.

Kondisi harga tersebut menjadi angin segar bagi petani sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha pertanian secara lebih modern.

Anwar Syarifuddin menilai dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian saat ini menjadi momentum penting bagi petani Indonesia untuk melakukan transformasi.

Menurutnya, pemerintah telah menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas utama, yang ditandai dengan penguatan produksi dalam negeri, modernisasi pertanian, kemudahan akses terhadap pupuk, bantuan alsintan, hingga berbagai program menuju swasembada pangan.