Nama-nama besar yang pernah memegang kendali pemerintahan daerah hadir memberi legitimasi moral atas forum ini. Mereka di antaranya:
- Wendy Melfa (mantan Bupati Lampung Selatan)
- Bustami Zainudin (mantan Bupati Waykanan)
- Khairlani (mantan Wakil Wali Kota Bandar Lampung)
- Noverisman Subing (mantan Wakil Bupati Lampung Timur)
Dari Etika, Bukan Politika
FPKD dideklarasikan sebagai “ruang etis” yang menempatkan pengalaman sebagai modal sosial untuk menyumbang gagasan, memberi masukan, hingga menjadi jembatan dialog antara generasi kepemimpinan daerah.
“Ini bukan ruang politik, tetapi ruang etis. Kami percaya, pengalaman adalah nilai yang tetap relevan, bahkan setelah masa jabatan usai,” tegas Khairlani, yang turut menjadi Wakil Bendahara forum.
Sementara itu, Wendy Melfa menyebut FPKD sebagai laboratorium pengalaman untuk menghadapi tantangan zaman, seperti transformasi digital, pembangunan berkelanjutan, dan partisipasi publik yang semakin dinamis.
“Kami ingin menjadi bagian dari kesinambungan pembangunan. Tidak hanya memberi kritik, tapi juga solusi,” ujarnya, yang kini dipercaya sebagai Sekretaris FPKD.
Struktur Kuat, Komitmen Jelas
Dalam pertemuan perdana tersebut, forum juga menyepakati struktur sementara. Tokoh senior Lampung, Komjen Pol (Purn) Drs. Sjachroedin ZP, SH, ditunjuk sebagai Ketua Penasihat, didampingi oleh mantan Wakil Gubernur Chusnunia Chalim sebagai sekretaris.
Sementara itu, posisi Ketua Umum FPKD diamanatkan kepada Drs. H. Tamanuri, MM, dengan sejumlah tokoh lain menduduki posisi strategis, seperti:
- H. Rycko Menoza SZP, MBA
- Ir. Hanan A. Rozak, M.Si
- Dr. Wendy Melfa, SH., MH
- Drs. H. Muchlis Basri, M.Si
FPKD juga akan segera menyusun program kerja strategis dan menjalin komunikasi aktif dengan Pemerintah Provinsi Lampung serta mitra pembangunan lainnya.
Harapan Baru dari Sosok Lama
Deklarasi FPKD ini menjadi simbol bahwa dedikasi untuk daerah tak berakhir ketika masa jabatan habis. Justru dari para purnabakti ini, harapan baru lahir—lebih matang, lebih bijak, dan lebih inklusif.
Dengan langkah ini, Lampung bukan hanya merawat sejarah kepemimpinannya, tetapi juga mewariskan semangat kolaborasi lintas generasi. FPKD hadir bukan untuk merebut panggung, tapi untuk menjaga cahaya di belakang layar.(**/cf/bn)










