Masyarakat adat pun menyambut langkah ini dengan penuh dukungan. Tokoh adat Cahya Lana menegaskan, penertiban tambang ilegal tidak boleh berhenti pada satu kali operasi.
“Kami minta agar razia tambang ilegal di kawasan PTPN 7 ini benar-benar dilanjutkan secara konsisten, bukan hanya sekali turun lalu berhenti,” ujarnya.
Tambang ilegal di Way Kanan selama ini dituding merusak lingkungan, mengganggu kelestarian alam, dan bahkan berpotensi memicu konflik sosial. Karena itu, razia ini diharapkan bukan hanya menjadi pesan simbolis, melainkan awal dari langkah nyata penegakan hukum.
Dengan operasi bersama ini, publik berharap ada efek jera bagi para penambang ilegal, serta jaminan bahwa kekayaan alam Way Kanan akan tetap terjaga untuk generasi mendatang.(*Eeng)










